Panduan Menanam Tomat Rampai di Pot Untuk Pemula


Tomat rampai adalah jenis tomat yang memiliki ukuran lebih kecil dibanding tomat buah, tapi memiliki rasa yang jauh lebih asam dan lebih gurih di bandingkan tomat buah sehingga membuat rasa masakan menjadi lebih mantap. oleh karna itu banyak ibu rumah tangga mencari tomat jenis ini untuk memasak.

Spesifikasi Tomat Rampai:

  • Tomat rampai memiliki ukuran sebesar Kelereng.
  • berkulit tipis.
  • jika sudah tua berwarna merah matang seperti tomat pada umumnya.
  • memiliki banyak biji serta mengandung banyak air.
Kebanyak ibu rumah tangga yang lebih menyuukai memasak dengan menggunakan tomat rampai sehingga jenis tomat ini lebih laku terlebih harga rampai lebih mahal dibandingkan dengan tomat buah. Tak heran jika, banyak orang yang mencoba melakukan budidaya tomat rampai ini dengan skala besar maupun hanya menanam tomat rampai ini di pekarangan rumah baik langsung di tanah ataupun dalam pot.

Baca Juga Ya :panduan membudidaya tomat rampai agar panen melimpah

Cara Menanam Tomat Rampai di Pot 
Untuk Pemula

Proses Pemilihan Benih Unggul Tomat Rampai
Untuk Menghasilkan Tomat Rampai Yang berkualitas baik maka di perlukan juga benih yang unggul. untuk benih tomat rampai dapat diperoleh dari membeli di toko ataupun membuatnya sendiri.
Namun disarankan untuk membuat benih sendiri.

Cara Membuat Benih Tomat Rampai:
Menyeleksi dahulu buah tomat rampai yang akan dibuat benih dari segi ukuran dan bentuk, tomat rampai yang baik untuk bibit adalah tomat rampai yang memiliki ukuran besar serta memiliki bentuk yang tidak cacat. Setelah calon bibit dipilih, selanjutnya ambil biji tomat rampai tersebut lalu bersihkan lendir pada biji dengan air. Kemudian, rendam biji dalam air, ambil biji yang tenggelam saja sedangkan yang mengapung di permukaan air dibuang, setelah itu jemur hingga kering. Jika sudah kering simpan biji benih dalam wadah yang steril dan kering.
Biji benih di semaikan dahulu dalam bedengan atau media persemaian lain. Pilih tempat persemaian benih rampai yang terlindung dari hujan dan sinar matahari secara langsung.
Bedengan persemaian dibuat larikan dengan kedalaman sekitar 1 cm dan jarak antar larik sekitar 5 cm. Kemudian tanam biji benih pada larikan yang telah dibuat dengan jarak antar biji benih sekitar 3 cm lalu tutup permukaannya.
Perawatan pada bakal bibit dengan melakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari dengan gembor halus. Setelah 2 minggu disemai, lakukan pemupukan pada bibit menggunakan pupuk cair organik, pupuk NPK atau pupuk kompos. Setelah berumur sekitar 30 hari atau memiliki sekitar 5 helai daun, bibit dapat di pindah tanamkan pada polybag atau pot tanam.

Proses Penanaman Tomat Rampai Di Pot
Pot yang sudah kita sediakan tersebut diisi dengan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kompos dan arang sekam padi dengan perbandingan 2:1:1. Setelah itu, tanam bibit rampai pada polybag atau pot tersebut pada bagian tengah media tanam yang telah dibuat lubang tanam sekitar 10 cm atau bisa disesuaikan dengan panjang akar bibit rampai. Setelah itu, timbun dan siram untuk menjaga kelembaban tanah.


Proses Perawatan dan Pemeliharaan Tomat Rampai
Harus rajin melakukan penyiraman pada tanaman rampai setidaknya sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore hari. Untuk penyiraman tersebut jangan terlalu basah agar tanaman terhindar dari busuk akar.

Penyiangan tanaman lain tumbuh pada polybag atau pot tanaman rampai. Jika tanaman mati atau tidak tumbuh optimal, lakukan penyulaman dengan mengganti tanaman tersebut dengan tanaman yang baru, Agar penggunaan tetap efisien.

Proses Panen Tomat Rampai
Untuk proses panen Tomat rampai dalam polybag atau pot dapat dipanen setelah berumur 3 bulan setelah tanam, tetapi tergantung pada jenis varietas tomat yang ditanam. Tomat tidak akan matang secara serentak, jadi pemetikan dapat dilakukan 2 hingga 3 hari sekali setelah pemanenan tomat pertama. Untuk waktu pemetikan tomat yang baik adalah pada saat pagi atau sore hari saat mata hari tidak begitu terik.

Baca Juga Ya :panduan budidaya buah naga kuning agar berbuah banyak
Previous
Next Post »
Thanks for your comment