Cara Mudah Membudidaya Sayuran Terong Berkualitas Terbaik


Latar Belakang Dari Sayuran Terong
Siapa Sih yang ga tau terong, sebuah sayuran yang sering di konsumsi semua kalangan di indonesia. Tanaman terung berbentuk semak atau perdu, dengan tunas yang  tumbuh terus di ketiak daun sehingga tanaman terlihat tegak menyebar merunduk. Pada dasarnya terung dapat ditanam di  dataran  rendah sampai dataran tinggi. Tanah yang cocok untuk tanaman terong adalah tanah yang subur,  tidak tergenang air dan drainase baik. Tanah lempung dan berpasir sangat baik untuk tanaman terung.

Kebutuhan dan Pemilihan Benih Sayuran Terong
Berapa sih benih yang di butuhkan untuk menanam 1 hektar? untuk satu hektar 150-500 gr  biji dengan daya tumbuh 75%. Biji tumbuh kurang lebih 10 hari setelah disemai. Buah yang baik diperoleh dari buah yang warna kulit buahnya sudah menguning minimum 75% terutama pada jenis terung besar dan dipanen dengan memotong tangkai buahnya.

Persiapan Lahan Tanah Yang Benar
Tanah yang akan ditanami dicangkul 2-3 kali dengan kedalaman 20-30 cm. Buat bedengan dengan lebar  100-120 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan, jarak antara bedengan 50 cm. Diantara bedengan dibuat parit dengan kedalaman 30 cm. Apabila menggunakan mulsa plastik, pemasangan dilakukan setelah pembuatan bedengan. Pupuk  organik atau kompos diberikan 0,5-1 kg per lubang tanam, 1 minggu sebelum tanam.


Baca Juga ya : Cara Menanam Buah Naga Dengan Sederhana

Proses Penanaman Bibit Sayur Terong
Untuk melakukan penanaman yang benar jan juga baik kita harus melakukan Penanaman di pagi hari atau di sore hari agar terhindar dari terik matahari yang berlebihan. Jarak tanam dalam barisan 50-70 cm dan jarak antar barisan 80-90 cm, pada tiap bedengan terdapat dua baris tanaman. Lakukan penyiraman secukupnya, karena tanaman tidak tahan terhadap kekeringan dan kelebihan air.

Proses Pemupukan Yang Benar
Pupuk  buatan diberikan setelah tanaman berumur 1-2 minggu setelah tanam berupa ZA dan ZK dengan perbandingan 1:1 sebanyak 10 gr/tanaman disekeliling tanaman dengan jarak ± 5 cm dari pangkal batang.  Pemupukan berikutnya diberikan saat tanaman berumur 2-3 bulan, berupa ZA 150 kg dan ZK 150 kg/ha. Pada musim kemarau pemupukan dianjurkan secara terus menerus. 

Proses Pemeliharaan Tanaman Yang Baik
Penyiangan dilakukan sesuai dengan keadaan gulma, dapat dilakukan secara manual atau dengan cangkul. Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan  tanaman, pada musim hujan drainase perlu diperdalam. Pertumbuhan tanaman yang terlalu subur perlu dilakukan perompesan yaitu pengurangan daun. Pada tanaman yang relatif lebih tinggi perlu pemasangan ajir.



Cara Agar Hama tidak Menyerang Sayuran Terong
Kita harus tau apa saja penyakit dan juga penanggulanganya yang akan di derita sayuran terong. Hama utama yang menyerang tanaman terung antara lain kutu  daun, kutu kebul. Pengendalian 
dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning sebanyak 40  buah/ha. Penyakit utama yang menyerang tanaman layu bakteri, busuk buah  bercak daun antraknose  busuk leher akar dan rebah semai. Pengendalian dilakukan dengan menanam varietas tahan, atur jarak tanam dan pergiliran tanaman, perbaikan drainase, atur kelembaban dengan jarak tanam agak lebar, cabut dan buang tanaman sakit. Apabila harus menggunakan pestisida gunakan pestisida yang aman dan selektif seperti pestisida nabati, biologi atau pestisida piretroid sintetik.

Proses Pemanenan dan Cara Memanennya
Nah, ketahui ketika sayuran terong sudah siap untuk di panen.Buah pertama dapat  dipetik setelah umur 3-4 bulan tergantung dari jenis terongnya. Ciri- ciri buah siap panen adalah ukurannya telah maksimum dan masih muda. Waktu yang paling tepat untuk panen pagi atau sore hari. Cara panen buah dipetik bersama tangkainya dengan tangan atau  alat yang tajam. Pemetikan buah berikutnya dilakukan 3-7 hari sekali dengan cara memilih buah yang sudah siap dipetik.  Buah terung tidak dapat disimpan lama sehingga harus dipasarkan segera setelah tanam.



Previous
Next Post »
Thanks for your comment