Cara Menanam Buah Naga Dengan Sederhana Dan Berbuah Banyak

BUAH NAGA
buah naga merupakan kerabat tanaman kaktus (Cactacea) yang berasal dari daratan Mexico, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan. Buah ini mulai dikenal di Indonesia pada awal tahun 2000-an. Tanaman buah naga mempunyai batang sulur yang tumbuh menjalar, berwarna hijau dengan bentuk segi tiga. Bunganya berukuran besar, berwarna putih-kuning muda, dan mekar umumnya di malam hari. Setelah bunga layu maka terbentuk bakal buah yang menggelantung disetiap batang. Bobot buah rata-rata antara 400–700g. Rasanya merupakan kombinasi antara manis, asam, dan segar. Untuk lidah kebanyakan orang Indonesia, buah ini dinilai kurang sesuai, namun karena promosi yang gencar dengan menonjolkan khasiat untuk kesehatan, maka menjadikannya cepat populer.

LANGKAH-LANGKAH YANG HARUS KITA LAKUKAN UNTUK MENANAM BUAH NAGA YANG SEDERHANA DAN CEPAT BERBUAH

Pemilihan Pupuk Organik
agar buah yang benar" di tanam cepat berbuah, maka kita harus memilih pupuk yang benar-benar terjamin. Oleh kerna itu penyediaan pupuk dilakukan sendiri dengan bahan utama berupa kotoran hewan dan limbah organik yang ada di sekitar.

Persiapan Lahan
  • Lahan dibersihkan dari semak dan pohon yang menghalangi sinar matahari langsung. 
  • juga dari hama yang potensial terhadap buah naga seperti bekicot dan ulat daun. 
Kemudian plottinguntuk menyusun barisan tanaman dengan ketentuan jarak tanam 2 x 3 m. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm kemudian diisi dengan 10–20 l pasir untuk memudahkan dalam menegakkan tiang.

Persiapan Tiang Rambatan
Tiang rambatan tanaman buah naga dibuat dari beton ataupun kayu dengan diameter 10–12 cm dan panjangtotal 200 cm, dengan acuan nantinya yang ditanam ialah 50 cm dan di atas permukaan 150 cm. Bagian lingkaran ujung tiang juga dibuat dari beton agar lebih tahan lama. Sebab dengan menggunakan banbekas sebelumnya hanya tahan 3 tahun. Tiang beton dipancang di bagian tengah lubang tanam yang telah diberi pasir. Kemudian di sekeliling tiang ditimbun tanah lagi sekitar setinggi 30 cm dari dasar lubang agar tiang dapat berdiri kokoh. Selanjutnya memasang roda cor di atas tiang untuk penahan cabang produktif buah naga.

Pelaksanaan Penanaman
Pada lubang tanam yang tersisa kedalaman 20 cm diisi dengan pasir sebanyak 20–30 kg dan tanah secukupnya sampai permukaan tanah membentuk gundukan setinggi 10–15 cm. Sebanyak empat benih buah naga dari stek ditanam di sekeliling tiang dengan jarak 5–10 cm dari tiang dengan kedalaman 5–10 cm. Benih yang sudah ditanam kemudian ditimbun dengan 5 kg pupuk organik per tiang.

Pemeliharaan Tanaman
Pemeliharaan meliputi:
  • pengikatan batang ke tiang.
  • pemangkasan. 
  • pengairan (penyiraman). 
  • penyiangan. 
  • pengendalian hama/penyakit.
  • pemupukan. 
Pengikatan tanaman pada tiang beton dilakukan pertama kali langsung pada saat tanam. Kemudian setiap kali tumbuh ruas baru atau bila batang bertambah sekitar 40–50 cm agar tidak menjuntai dan patah. Hal ini biasanya terjadi sekitar 3–4 minggu sekali. Pengairan dengan cara penyiraman dilakukan setiap 2 hari pada pagi atau sore hari bila tidak turun hujan. Membersihkan rumput dan hama seperti ulat dan bekecot dilaksanakan secara manual. Hama kutu putih dan cendawan disemprot
dengan biopestisida berbahan dasar rendaman air tembakau. Pada saat membuat benih, stek dicelup dalam larutan air kapur untuk mencegah busuk pangkal stek.Pemangkasan dilaksanakan dengan dua tujuan, yaitu pemangkasan pembentukan tanaman dan pemangkasan pemeliharaan. Pemangkasan pembentukan tanaman dilakukan seawal mungkin dengan menjaga agar batang utama hanya terdiri atas satu batang dengan cara memangkas setiap ruas yang bercabang. Setelah batang tunggal mencapai ketinggian melewati roda beton kemudian dilakukan pemangkasan untuk merangsang terbentuknya tunas produktif ke arah samping. Pemangkasan pemeliharaan dilakukan untuk menjaga agar tajuk tanaman tersusun melingkar dan cabang tidak terlalu panjang. Cabang-cabang yang abnormal dan sakit dipotong kemudian ditimbun dalam tanah. Pemupukan dilakukan sebanyak tiga kali setahun, yaitu pada saat tanam, dan diulangi setiap 4 bulan sekali. Pada tanaman produktif pemupukan dilakukan setelah musim panen dan diulang setiap 4 bulan berikutnya. Dosis pupuk organik yang diberikan sebanyak 5 kg per tiang setiap kali pemberian. Pupuk pertama setelah musim panen ditambahkan 200 g kapur pertanian.

Mengenal Pembungaan, Pembuahan dan Panen Buah 
Buah naga putih mulai berbuah secara optimal pada umur 10–12 bulan, sedangkan buah naga merah lebih cepat 2–3 bulan. Bunga mulai muncul pada batang buah naga setelah batang/cabang tumbuh menjulur ke bawah. Diawali tumbuh bakal bunga, 2–3 minggu kemudian mulai mekar. Bunga mekar umumnya dimulai sekitar jam 6 sore hari. Sepuluh hari dari bunga mekar sudah mulai tampak bakal buah sebesar telur ayam berwarna hijau. Pada umur 35 hari setelah bunga mekar, buah naga sudah mulai bisa dipetik dengan tanda kulit buah telah berubah warna dari hijau menjadi merah. Panen dapat dilakukan bila buah sudah berwarna merah penuh. Kemasakan buah bisa beberapa hari lebih cepat jika matahari bersinar penuh sepanjang bulan, atau lebih lambat beberapa hari jika cuaca sering mendung. Masa berbuah biasanya bersusul-susul selama 4–6 bulan mulai Bulan Desember sampai Mei. Buah dipetik dengan cara memotong (dengan gunting) pada tangkai buah. Memetik buah naga jangan terlambat, sebab yang terlalu tua akan pecah dan membusuk.

Pemanenan Buah
Bobot buah naga umumnya 400–700 g. Setelah dipanen, buah disortir menurut kelas sebagai berikut:
  • kelas A yang berbobot 500–600 g/buah. 
  • kelas B berbobot 600–700 g/buah.
  •  kelas C 400–500 g/buah.
  • BS yang berukuran <400 atau >700 g/buah.
Buah naga yang baru dipanen dibungkus dengan plastik, kemudian dimasukkan ke dalam boks karton dikemas 1, 2, 3, atau 10 kg sesuai pesanan konsumen. Buah naga dapat bertahan sampai 10 hari setelah petik pada suhu kamar, dan tahan 1 bulan dalam lemari pendingin.






Previous
Next Post »
Thanks for your comment