Cara Membudidaya Buah Belimbing Yang Manis Dan Cepat Berbuah


Persiapan Untuk Bibit
Biasanya Petani menginginkan tanamannya cepat berbuah, baik tanaman pot maupun ditanam di lapangan. Oleh karena itu biasanya petani menanam bibit yang berasal dari bibit yang top markotop. Sebagai batang bawah, biji diambil dari buah yang telah masak penuh. Setelah ditanam di lapangan atau pada pot selama
6  -8 bulan, biasanya ukuran diameter batang sudah lebih besar dari sebesar pensil, dan siap untuk diokulasi.

Proses Untuk Menanam
Penanaman dalam pot atau drum bekas. Pot diberi lobang pembuangan air pada dasarnya, kemudian diletakkan tumpukan pecahan bata. Selanjutnya pot diisi dengan media tumbuh yang terdiri dari  campuran tanah, pupuk kandang dan pasir atau sekam dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Oleh karna di Jakarta sering terdapat serangan rayap, maka disekitar lobang penanaman, media dicampur dengan Furadan atau Curater  -3G, sebanyak ± 20 gr untuk ±5 kg campuran  media. Bibit yang tersedia di lapangan terlebih dahulu digali tanah di sekeliling pohon sekitar ± 10 cm dari pangkal batang sedalam ± 20-30 cm, agar sebagian besar volume akar tidak terpotong. Pemindahan ke pot dapat dilakukan pada sore hari. Selesai dipindahkan tanaman disiram dengan air. Bila penanaman dilakukan langsung di pekarangan, satu bulan sebelum penanaman, telah dipersiapkan lobang tanaman. Ukuran lobang ± 60 x 60 x 60 cm. Setelah dua minggu masukkan lebih dahulu tanah bagian bawah, dan selanjutnya lapis alas diisi dengan campuran seperti pot. Setelah satu minggu, barulah tanaman dari pembibitan dipindahkan ke lobang yang telah kita siapkan. Tanaman yang baru dipindahkan disiram setiap sore, bila tidak turun hujan.

Perawatan Untuk Pemupukan
Pemupukan pertama di lapangan maupun di pot dilakukan bersamaan tanam atau paling lama 30 hari setelah bertanam. Pemberian pupuk sebanyak 0,25 kg pupuk NPK ditambah 1 sendok makan Furadan atau Curater  -3G, dengan cara ditaburkan mengelilingi bibit dengan diameter ± 10 cm dari bibit.

Pemangkasan Pohon
Pemangkasan pada belimbing  sangat diperlukan untuk pembentukan tajuk, memudahkan panen dan merangsang pembungaan dan pembesaran buah. Berdasarkan tujuan dan waktu pelaksanaannya, terdapat tiga macam pemangkasan, yaitu pemangkasan untuk membentuk pohon, pemangkasan cabang dan ranting yang tumbuh tidak beraturan, serta pemangkasan untuk meremajakan tanaman yang telah tua.

Pemangkasan Bentuk
Pemangkasan untuk pembentukan pohon, dilakukan pada tanaman yang belum produktif, berumur 2-3 tahun. Tujuannya untuk membentuk percabangansecara teratur dan mencegah pertumbuhan pohon meninggi. Dengan demikian akan mempermudah pembungkusan buah pada scat panen. Ujung batang utama dipotong pada ketinggian 1,5-2 meter dari permukaan tanah. Biarkan 3-4 cabang primer yang subur dan what tumbuh memanjang. Pada pertumbuhan selanjutnya, Ujung cabana primer tadi dipotong dengan menyisakan sepanjang 30-50 cm. Selanjutnya, setelah tumbuh tunas pada cabang primer (disebut cabang sekunder), dibiarkan tumbuh 2-3 cabang sekunder. Setelah tumbuh, dipotong pucuknya dengan  menyisakan sepanjang 30  - 50 cm. Setiap kali pemangkasan, permukaan cabang diusahakan miring untuk mencegah pembusukan cabang. Dengan demikian akan diperoleh bentuk tajuk pohon yang melebar, dengan percabangan yang teratur.

Pemangkasan Cabang dan Ranting
Pemangkasan tunas yang tumbuh di pangkal dan tengah cabang serta Ujung ranting dilaksanakan secara terus menerus, setup 1-2 bulan. Tujuannya agar sinar matahari dapat memasuki mahkota tajuk, sehingga mengurangi kelembaban. Disamping itu juga untuk meningkatkan manfaat penggunaan bahan makanan untuk menghasilkan pertumbuhan dan buah yang lebih besar.

Pemangkasan untuk Peremajaan
Pemangkasan ini biasanya dilaksanakan pada pohon berumur lebih dari 10 tahun, yang produksinya mulai menurun. Batang utama dipotong miring pada ketinggian 60-70 cm dari permukaan tanah. Pengaturan cabang-cabang yang tumbuh baru, mengikuti cara -cara pemangkasan bentuk. Adakalanya, bersamaan dengan peremajaan ingin dilakukan penyambungan secara okulasi dengan kultivar yang lebih baik dari pohon pangkal. Hal ini dapat dilakukan mengingat sifat regenerasi dan rekombinasi pada belimbing sangat baik. Bahkan, rekombinasi beberapa kultivar secara okulasi pada satu pohon pangkal dapat dilakukan.

Pembungkusan Buah
Pembungkusan buah bertujuan untuk melindungi buah dari serangan lalat buah serta meningkatkan kualitas buah. Lalat  buah dapat menimbulkan  kerugian sampai  100%. Serangga memakan berbagai jenis tanaman, sehingga pada lokasi dengan pelbagai  pohon buah-buahan seperti nangka, jambu biji, rambutan, pisang dan sebagainya, serangga terdapat hampir sepanjang tahun. Lalat betina meletakkan telur dalam daging buah. Larvanya akan menghisap cairan  buah sehingga buah menjadi busuk dan gugur. Pembungkusan buah dilakukan pada saat  ukuran buah sebesar jempol jari tangan. Dalam satu rangkaian, dipilih sate buah yang bentuk dan pertumbuhannya terbaik. Bahan pembungkus berupa dua lapis karbon bekas  yang ujung dan pangkalnya diikat tall. Belimbing yang dibungkus dengan bahan ini penampilannya sangat menarik, warns buahnya cerah. Belimbing Dewi akan berwarna kuning orange dan mengkilat, sedangkan pinggiran belimbingan akan berwarna kuning. Penampilan buah bersih dan menarik, bebas dari pencemaran. Kelemahannya, kematangan buah sulit dideteksi. Bahan pembungkus lain, adalah kantong plastik (PE).
Bagian bawah plastik digunting untuk mencegah kelembaban tinggi.

Pencegahan dan Pemberantasan hama
Hama yang sangat merugikan adalah lalat buah .  Hama ini menyerang buah sejak muda sampai masak. Lalat betina meletakkan telur ke dalam daging buah. Buah yang terserang tampak berbentuk b ulatan hitam dan membusuk, di dalamnya terdapat larva yang menghisap cairan buah, akhirnya buah akan gugur. Di permukaan tanah, kepompong berkembang menjadi generasi lalat yang haru.Cara pencegahan adalah dengan membungkus buah, serta sanitasi kebun. Buah yang gugur dimusnahkan. Hama lain yang sering merugikan adalah ngengat dari famili  Pyralidae. Kupu - kupunya berwarna putih belang-belang hitam. Ngengatnya mencari makan pada malam hari. Telur diletakkan didalam buah dengan cara mengeruk daging buah. sekaligus memakannya. Cara pencegahannya dengan membungkus buah.

Panen
Untuk mendapat kualitas buah yang balk, buah dipanen setelah masak penuh. Cara panen terbaik adalah pemetikan dengan cara memanjat pohon atau menggunakan tangga. Pemetikan harus dilaku kan dengan hati-hati, mengingat daging buah lunak, mudah memar dan bila luka akan berwarna kecoklatan. Buah dipanen dengan menggunting tangkai buah, tanpa membuka bungkus buah. Kemudian buah diletakkan secara hati-hati di dalam ruangan yang beratap, untuk  penanganan pasca panen. Bila keadaan musim normal, selama 1 tahun dapat dilakukan 3 kali panen. Produksi buah mencapai 600 - 900 buah per pohon/tahun dengan berat buah rata -rata 250  -300 gram.




Previous
Next Post »
Thanks for your comment