Cara Merawat Tanaman Anthurium

Perawatan merupakan syarat utama dalam suatu usaha budidaya. Baik itu budidaya bunga atau budidaya daun tanamn hias itu sendiri. Tanpa suatu usaha perawatan, tanaman hias hanya akan hidup sementara dan bahkan mungkin takkan bisa bertahan lama.

Anthurium 

Cara Merawat Anthurium

Perawatan Anthurium ini sama dengan tanaman pada umumnya. Perawatan tersebut meliputi : penyiraman, pemupukan, pemangkasan, serta penanggulangan hama dan penyakit.

a. Penyiraman

Air merupakan komponen penting bagi keberlangsungan hidup tanaman. Anthurium akan tumbuh baik apabila kebutuhan airnya tercukupi. Kebutuhan ini tentu saja disesuaikan dengan kondisi lingkunganya.

Air yang berlebihan akan menyebabkan busuk di bagian akar. Karena, media tumbuh menyimpan air dalam waktu lama. Sehingga, mikroorganisme seperti cendawan dan bakteri lainya akan tumbuh dengan cepat.

Sebaliknya, tanaman yang kadar airnya terlalu sedikit akan menyebabkan tanaman mengalami dehidrasi. Yakni, dengan ditandai tanaman yang layu, berkerut, dan juga tumbuh merana.

Frekuensi yang tepat untuk melakukan penyiraman terhadap anthurium ialah 1-2 hari sekali. Bila cuaca panas, berikan penyiraman tambahan dengan cara menyemprotkan air dengan sisitim kabut di sekitar pertanaman. Namun, apabila musim hujan penyiraman tidak perlu dilakukan.

b. Pemupukan

Anthurium bunga termasuk jenis tanaman yang tidak rakus dengan unsur hara. Unsur hara ini dapat diperoleh dari air siraman, media tumbuh, serta pemupukan.

Apabila media tumbuh sudah cukup subur, maka pemupukan cukup dilakukan sebulan sekali. Itupun dengan dosis kecil.

Pemupukan sebaiknya menggunakan pupuk majemuk, artinya pupuk dengan kandungan nutrisi lebih dari satu unsur. Pupuk seperti ini sudah banyak ditemukan di pasaran.

Pupuk jenis ini memiliki komposisi yang seimbang (NPK 15:15:15 atau 20:200:20). Contoh pupuk ini ialah Surplus, Growmore, Gandasil D, dan lain-lain.

Penggunaan pupuk organik juga sangat bagus untuk tanaman. Karena, pupuk organik mempunyai keunggulan sifatnya yaitu ramah lingkungan. Apabila anda ingin menggunakan pupuk organik ini, anda bisa membeli di pasaran dan juga bisa membuatnya sendiri.

Baca : Cara mudah membuat pupuk organik sendiri

c. Pemangkasan

Pemangkasan dilakukan terhadap daun yang sudah tua ataupun daun yang sakit. Langkah ini perlu dilakukan agar kondisi tanaman tetap prima.

Karena, tanaman tidak perlu memelihara daun yang sudah tidak banyak gunanya atau bahkan tidak berguna lagi.

Daun yang sudah terserang penyakit jika tidak dipangkas, maka kemungkinan akan membuat tumbuh tanaman akan merana dan mati. Selain itu, pemangkasan tanaman juga bertujuan untuk menjaga agar tanaman berpenampilan indah

Cara memangkas tanaman tersebut ialah potong tangkai atau daun di dekat pangkal batang tanaman. Lakukan pemangkasan ini dengan menggunakan pisau atau gunting yang tajam dan steril. Pangkas daun-daun tua didekat pangkal batang.

Penanggulangan hama dan penyakit

Tidak terlalu banyak hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman ini. Akan tetapi, tetap saja hal tersebut sangat mengganggu keberlangsungan hidup tanaman ini.

Hama Tanaman - Thrips

a. Hama anthurium

Hama pada anthurium pada umumnya dari jenis serangga yang merusak tanaman. Hama tersebut mengisap cairan tanaman atau memakan bagian tanaman sehingga mengganggu pertumbuhan tanaman.

Beberapa hama tanaman ini ialah:

  • Mealybugs, ini merupakan kutu putih yang mempunyai tepung ditubuhnya. Hama ini menempel dibawah daun atau batang tanaman.
  • Thrips, hama ini terdapat pada tangkai, daun, dan batang tanaman. Hama ini akan mengisap cairan tanaman. Akibatnya, bagian yang terserang akan berwarna kekuningan dan lama kelamaan akan mengerut.
  • Ulat, hama ini akan menyerang semua bagian tanaman. Baik daun, tangkai, dan bahkan batang juga tunas akan diserangnya. Gejalanya mudah dikenali yaitu berserakan kotoran ulat dan akan tampak bekas gigitan dibagian tepinya.
  • Siput, siput ini akan menyerang tunas muda. Biasanya ia akan menyerang ketika malam hari dan akan bersembunyi dibawah pot pada siang hari. Bagian yang terserang akan rusak dan compang camping.
b. Penyakit anthurium

Penyakit yang menyerang anthurium umumnya merupakan gangguan yang diakibatkan oleh jasad renik atau patogen. Jenis penyakit ini ialah:
  • Bercak kuning, penyakit ini ditandai dengan gejala daun yang menguning dan dikelilingi warna hitam. Penyakit ini disebabkan oleh cendawan yang akan menginfeksi melalui sel-sel yang telah mati. Daun yang terserang akan berwarna coklat dan kekuningan.
  • Busuk akar, penyakit ini juga disebabkan oleh cendawan. Hal ini disebabkan oleh media tumbuh yang terlalu basah. Tanaman yang terinfeksi akan tampak ujung daun menggulung dan berwarna kuning seperti terbakar.
  • Bercak kering, penyakit ini sangat ditakuti oleh pembudidaya. Karena penularanya mudah yaitu melalui luka pada daun. Dan juga, penyakit ini sangat merusak penampilan. Infeksi ini akan ditandai munculnya luka menyerupai huruf V. Dan akan muncul warna kuning dan juga bercak kecoklatan.
d. Mekanisme penanggulangan hama dan penyakit.

Mekanisme penanggulangan ini dilakukan apabila hama masih dalam jumlah terbatas. Ulat-ulat dapat diambil dengan tangan serta gejala penyakit masih nampak sedikit.

Beberapa hal yang dapat dilakukan ialah:
  • Menjaga sanitasi agar penyerapan air sempurna
  • Melakukan perawatan serta menjaga kebersihan lahan agar tidak muncul bakteri.
  • Pemberian insektisida apabila penyakit atau hama yang menyerang mencapai ambang 10%. Akan tetapi pemberianya harus terkontrol.
Akan lebih baik untuk langkah penanganan hama serta penyakit yaitu dengan memberikan Biopestisida buatan sendiri.

Previous
Next Post »
Thanks for your comment