Cara Membuat Benih Cabai Berkualitas

Cabai merupakan salah satu komoditas yang banyak dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Jumlah kebutuhanya terus bertambah dan meningkat seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk. Maka dari itu, cabai tetap saja masih menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Harga cabai sering mengalami fluktuasi yang tidak menentu. Bisa saja harga cabai meningkat 300%. Bisa juga tiba-tiba harga turun. Namun meskipun turun tetap saja jika kita bisa menjual semua cabai yang kita panen, kita tidak akan merugi. Itu dalam hal modal rupiah, namun dalam hal waktu serta tenaga kita tetap saja rugi.

Untuk mengatasi harga cabai yang jatuh, kita juga bisa menanggulangi dengan mengolah cabai menjadi saus dan juga cabai kering. Hal seperti ini dilakukan untuk mengantisipasi jika cabai yang kita panen tidak laku sehingga nantinya hanya akan busuk.

Budidaya cabai

Dari cabai ini, kita kita bisa mempunyai 2 lahan usaha.
1. Usaha Pembibitan cabai
2. Usaha budidaya cabai

Jika kita tidak mempunyai lahan besar, maka kita bisa usaha pembibitan cabai. Yang nantinya bibit cabai ini bisa kita jual di pasar.

Baca juga : Cara budidaya kacang panjang agar panen melimpah

Cara membuat bibit cabai

Dalam budidaya cabai, walaupun biji/benih dapat lamgsung ditanam di kebun, akan tetapi untuk menghasilkan benih cabai yang bagus sebaiknya biji/benih disemaikan terlebih dahulu di tempat persemaian.

Penanaman biji di kebun/lapangan secara langsung memiliki tingkat resiko kerusakan yang tinggi. Tanaman yang baru tumbuh biasanya kurang kuat terhadap lingkungan atau cuaca yang ekstrem. Sehingga banyak tanaman bibit yang mati.

Jika ingin menyemaikan benih cabai, maka kita harus mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
  • Cukup mendapat cahaya matahari. Tidak terlindung oleh pohon yang besar atau benda lain
  • Dekat dengan sumber air bersih
  • Tanah persemaian tidak mengandung hama
  • Dekat dengan base camp atau rumah kita agar mudah dalam pengawasan
  • Bebas dari banjir dan genangan air
  • Dekat dengan areal tanaman agar mudah untuk memindahkan

Penyiapan media semai

Untuk persemaian cabai, sebaiknya menggunakan kantung plastik yang kecil. Berukuran sekitar 12 cm x 8 cm. Kantung plastik yang sudah dipersiapkan kemudian dilubangi bagian samping dan bawahnya. Hal ini bertujuan untuk membuang kelebihan air.

Lalu plastik diisi tanah dan pupuk kandang halus. Sebelum diisikan, media tanam tersebut sebaiknya diayak terlebih dahulu lalu diambil media tanam yang benar-benar halus.

Setelah diayak, media tanam tersebut dicampuri pupuk kandang yang halus atau bisa dicampurkan pupuk NPK beserta pestisidanya.

Baca : Cara membuat pestisida nabati sendiri

Penyiapan benih

Orang-orang biasanya akan mendapatkan benih dari toko-toko tanaman yang terdapat di sekitar temoat tinggal mereka.

Untuk penanaman cabai di musim hujan, maka sebaiknya kita memilih benih cabai hibrida. Hal ini dikarenakan benih cabai hibrida mempunyai keunggulan:
  • Pertumbuhanya sangat cepat dan masa panen relatif pendek
  • Sangat tesponsif terhadap perlakuan pemupukan tinggi
  • Kualitas buah lebih bagus daripada cabai biasa dan bobotnya lebih berat
  • Produksi tanaman lebih besar
Untuk mempercepat perkecambahan serta untuk menghilangkan hama penyakit, maka biji-biji yang akan ditanam direndam dalam larutan Fungisida. Biji direndam semalaman lalu kemudian dibungkus memakai kertas koran atau kain basah selama dua hari. 

Usaha pembibitan cabai

Penanaman benih cabai di persemaian

Cara penanaman benih cabai di media semai dapat dibantu dengan membuat lubang kecil sedalam 0,5 cm dan diameter 0,5 cm. Setelah ditanam, benih cabai dapat ditimbun dengan pupuk kandang halus.

Untuk menghindari hama penyakit serta mempertahankan kelembapan, bedengan tempat meletakkan plastik yang berisi bibit cabai ini sebaiknya ditutup dengan plastik bening. 

Lahan atau tempat untuk tempat bisa berupa kayu atau bambu atau bisa juga lahan tanah. Biasanya, bibit cabai yang diperjual belikan, dalam satu wadah itu terdiri dari 100 bibit (wadah plastik). Ukuran wadah bisa menyesuaikan dengan ukuran plastik yang ada.

Pemeliharaan bibit

Setelah biji/benih ditanam dalam tempat persemaian, maka biji tersebut juga harus dirawat atau dipelihara. Langkah-langkah untuk merawat benih tersebut ialah:
  • Membuka plastik penutup bedengan setelah biji mulai berkecambah.
  • Penyiraman dilakukan setiap pagi untuk mengantisipasi bibit kekurangan air karena adanya penguapan pada siang harinya.
  • Pembersihan gulma yang tumbuh di media semai dilakukan secara manual menggunakan tangan.
  • Pengendalian hama dapat dilkukan dengan melakukan penyemprotan insektisida
Bibit yang siap jual adalah bibit yang berumur 20-25 hari. Biasanya setiap 100 bibit akan dihargai 65 ribu.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment