Mencegah Hama dan Penyakit Tanaman Anggrek

Sebagai tanaman yang pertumbuhanya sangat tergantung pada kondisi lingkungan, tanaman anggrek memerlukan perlindungan dari gangguan hama dan penyakit. Jika langkah perlindungan ini dilakukan dengan baik, akan berdampak positif pada pertumbuhan, kesehatan, dan produktivitas tanaman anggrek.

Hama Ulat Daun


Pencegahan Terhadap Serangan Hama dan Penyakit

Selama proses pemeliharaan, anggrek memerlukan perawatan dan perlindungan dari hama dan penyakit agar dapat tumbuh sehat dan produktif. Tindakan yang diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut ialah:

a. Menjaga kebersihan lingkungan

Faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan lingkungan adalah menjaga kebersihan pot, kebersihan media tanam, dan sarana pelengkap lainya. Seperti: rak, bak , atau balai tanaman anggrek

Agar tidak terlalu lembab atau berlumut, dinding pot tanaman harus tetap bersih. Akar daun, dan tangkai bunga yang sudah kering sebaiknya segera dipotong. Begitu pula media tanamnya, sebaiknya tidak disusun terlalu rapat agar sirkulasi udaranya tetap lancar.

b. Perawatan kesehatan

Perawatan kesehatan diperlukan agar anggrek tetap terjaga kesegaran dan kesehatanya. Langkah perawatan yang diambil ialah biasanya penyiraman secara teratur dan tepat. Penyusunan media tanam, dan pemangkasan bagian tanaman yang sakit.

Penyiraman sebaiknya jangan terlalu berlebihan. Karena anggrek sangat rentan terahadap akar busuk. Bila musim hujan tiba, anggrek tak perlu disiram akan tetapi cukup dibersihkan.

Agar tumbuh sehat, anggrek juga perlu media tanam yang cukup longgar. Media tanam yang sudah terlalu lama digunakan biasanya akan menjadi padat dan ditumbuhi lumut. Maka, media tanam tersebut bisa diganti dengan yang baru.

Pengontrolan tanaman sebaiknya dilakukan setiap hari. Hal ini bertujuan untuk mewaspadai tanaman yang terserang penyakit seperti layu, bercak cokelat atau hitam, dan terjadi perubahan warna pada daun. Jika gejala tersebut ditemukan, maka langsung pangkas daun yang terserang tersebut.

Hama  dan Penyakit Tanaman Anggrek

Faktor penyebab serangan hama antara ialah iklim dan biologis (kemampuan jasad renik dan hewan untung berkembangbiak). Faktor yang menyebabkan berkembangnya hama ialah kurangnya perawatan.

Hama Tungau


Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman anggrek ini bermacam-macam.

a. Hama tanaman anggrek

Hama merupakan hewan pengganggu yang sering menyerang tanaman. Jenis hewan ini antara lain:

  • Tungau, hewan ini berukuran 0,2 mm sering ditemukan dibawah daun. Serangan tungau menyebabkan daun menjadi kuning perak. Terutama pada daun yang masih muda. Hal ini dapat dikndalikan dengan insektisida berbahan aktif seperti Diazinon.
  • Keong, keong ini biasanya akan muncul pada siang hari. Ia seringkali bersembunyi dibawah pot dan menyerang akar. Namun pada malam hari ia akan naik dan menyerang daun. Hama ini dapat dikendalikan dengan Molusa (obat pembasmi siput).
  • Semut, semut yang menjadi hama anggrek ialah semut hitam dan semut lembut. Ia akan bersarang di dalam pot atau di balik pot. Kehadiran semut ini, selain merusak akar ia juga mengundang cendawan. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggantung pot.
  • Belalang, hewan ini biasanya akan merusak dan menyerang pucuk anggrek. Daya rusakanya cukup besar, karena dapat berpindah dengan cepat dari tanaman satu ke tanaman lainya. Hama ini cukup dikendalikan secara mekanis mengambil dengan tangan.
  • Thrips, ialah hewan kecil berukuran 1-1,5 mm. Warna tubuhnya abu-abu atau cokelat. Tubuhnya ramping dan berkaki tiga pasang. Hama ini menempel pada batang dan daun muda. Agar aman, sebaiknya lakukan penyemprotan Insekstisida sebulan sekali.
  • Kumbang, kumbang ini ada tiga: kumbang kuning, kumbang penggerek daun, dan kumbang gajah. Kumbang kuning ia akan menyerang bunga, kuncup bunga dan daun. Kumbang penggerek daun seperti namanya, ia akan meletakkan telur di bawah daun dan setelah menetas ia akan menggerek daun. Kumbang gajah, ia akan meletakkan telur diantara pelepah daun muda sambil makan. Lalu setelah menetas ia akan menyerang tunas muda anggrek dan juga pucuk daun anggrek. Secara kimia, kumbang dikendalikan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif karbosulfan, metofil, atau monokrotofos.
  • Ulat daun, ulat ini akan menyerang daun muda, jika hanya berjumlah 2-5 ekor maka cukup di ambil pakai tangan. Akan tetapi, bila berjumlah banyak maka semprot dengan insekstisida.
  • Kepik, hama ini menyerang tanaman dengan cara menusuk dan mengisap cairan daun anggrek dampak seranganya akan muncul bintik-bintik putoh atau kuning di permukaan daun. Hal ini juga dapat dilakukan dengan penyemprotan insektisida.
Agar aman, maka lakukan penyemprotan dengan cara memberikan pestisida nabati buatan sendiri.
b. Penyakit tanaman anggrek

Penyakit tanaman anggrek ini biasanya dapat disebabkan oleh lingkungan atau media tanam itu sendiri. Penyakit ini antara lain,
  • Penyakit buluk, penyakit ini sering dijumpai pada media kultur (tempat penyemaian biji anggrek). Serangan penyakit ini disebabkan oleh spora cendawan yang terbawa biji atau tutup botol yang tidak steril. Jika jumlah cendawan terlalu banyak, maka biji anggrek tidak akan berkecambah. Maka, hal yang dapat dilakukan ialah mengeluarkan media,kemudian botol diisi larutan Fungisida. Kemudian Fungisida dikeluarkan kembali.
  • Penyakit rebah kecambah, penyakit ini menyerang bibit anggrek yang masih berada di penyemaian. Penyakit ini tertular melalui air. Tanaman yang drainasenya buruk maka akan mudah tertular. Pada awalnya penyakit hanya berupa bercak kecil, namun kemudian akan melebar  dan menular hingga atas tunas. Kemudian kecambah akan mati dan busuk.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment