Cara Menanam dan Budidaya Pepaya Agar Tumbuh Pendek Berbuah Banyak

Tanaman pepaya diduga berasal dari Amerika tropis. Diantaranya, ialah Meksiko. Akan tetapi, kini sudah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Sentra produksi pepaya yang terkenal di Indonesia ialah Jawa Timur dan Jawa Barat. Lalu bagaiamana sebenarnya cara menanam dan budidaya pepaya agar pendek namun berbuah banyak?

Jika ingin menanam pepaya agar tumbuh pendek akan tetapi buahnya banyak kuncinya satu, yaitu harus pintar-pintar memilih tunas pepaya. Sebelum melangkah lebih jauh, maka alangkah baiknya kita mengenal dulu buah pepayanya dulu.

tanaman pepaya

Tanaman pepaya ini berbentuk perdu yang tingginya bisa mencapai 3 m. Semua bagian dari tanaman pepaya ini bergetah putih. Daunnya bercangap (berlekuk) menjari dengan tangkai daun yang panjang dan berlubang. Batangnya berongga karena intinya berupa sel gabus. Batangnya lunak dan berair.

Bunga daun pepaya ini akan keluar dari ketiak daun, tunggal atau dalam rangkaian. Bunga pepaya ini berbentuk terompet dengan mahkota berwarna kekuningan. Pepaya ini tergolong penyerbuk silang dengan perantara angin.

Varietas pepaya yang bisa ditanam di Jawa ialah turen, jingga, dan cibinong. Namun, benih cibinong sulit ditemukan di pasaran. Pepaya Meksiko, sunrise yang buahnya kecil-kecil dengan berat antara 0,3-1 kg per buah banyak ditanam di luar pulau jawa. Walaupun demikian, pembibitan pepaya khusus indonesia belum ada dan varietas unggul yang telah dilepas pun belum ada. Kecuali pepaya dari Sulawesi Selatan. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan tanaman murni sesuai aslinya.

Baca juga: Cara budidaya tanaman kol (kubis)

Tanaman pepaya dapat tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi 1000 m dpl. Tanaman ini lebih sering tumbuh di lokasi banyak hujan (cukup tersedia air). Tanah yang berporositas baik, mengandung kapur, dan pH 6-7 paling disenangi oleh tanaman pepaya. Tanaman pepaya juga lebih menyukai daerah terbuka atau tidak ternaungi serta tidak tergenang air.


Cara budidaya tanaman pepaya

Cara budidaya tanaman pepaya ialah berasal dari biji. Biji disemai di polibag kecil dan nantinya kemudian akan ditanam di kebun setelah berumur tiga bulan. Untuk menghasilkan pepaya yang pendek dan berbuah banyak, caranya ialah.

Pada saat tanaman masih berumur 1 bulan, kalau diperkirakan dengan tinggi sekitar 0,5 m itu kita pangkas kuncupnya atau pupus daun yangbmasih muda. Setelah itu kita tunggu 10 hari.

Setelah 10 hari, maka tunas baru akan tumbuh. Maka disaat itu kita potong batang pepayanya, hingga tinggal tersisa tinggi 15 cm. Kemudian kita tunggu hingga nantinya keluar tunas-tunas muda lagi setelah tujuh hari. Setelah tunas baru muncul, maka kita seleksi tunasnya, tunas yang paling sehat yang kita sisakan, sisanya potong dan buang. Hal ini bertujuan agar produktivitas tanaman terfokus pada satu tunas. Dan juga agar tanaman tumbuh pendek. Tanaman pepaya yang tua dan tidak produktif bisa juga di berlakukan hal seperti berikut akan tetapi syaratnya masih sehat.

bibit pepaya via infoagribisnis.com

Sambil menunggu benih siap tanam, maka kita bisa mempersiapkan lahan tanam. Persiapan lahan dilakukan dengan cara penggemburan tanah dan pengolahan tanah. Tanah digemburkan di bersihkan dari rumput liar, dan dicampur dengan pupuk kandang (1:1). Hal ini bertujuan agar tanah kaya akan unsur hara.

Tanah juga dibuat bedengan dengan lebar 2,5 m dan tinggi 0,5 m. Jarak antar bedengan ialah 0,5 m. Buat juga lubang di dalam bedengan dengan ukuran 60cm x 60 cm x 60 cm. Sebelumnya, jika unsur pH tanah kurang, maka bisa dilakukan pengapuran.

Umumnya, tanamam mulai berbunga setelah berumur tiga bulan. Maka tanaman juga harus segera dipindahkan. Pemindahan tanaman harus hati-hati, disertai tanah yang membungkus akar bibit. Kerusakan akar bibit akan mengakibatkan layu/mati.

Untuk penguatan, maka tanaman yang telah dipindahkan juga sebaiknya disiram secukupnya. Tanaman juga perlu diberikan pupuk buatan. Pupuk ini berupa NPK sebanyak 25-200 gr per tanaman (tergantung umur tanaman). Dosis pemupukan mulai dari 25 gr, kemudian meningkat dengan interval 25 gr per tanaman. Pupuk diberikan 3-4 bulan sekali. Pemberian air juga musti terus diberikan sekurang-kurangnya seminggu sekali.

Baca juga: cara membuat pupuk organik cair sendiri

Perawatan sekitar area lahan juga harus terus dilakukan. Perawatan itu seperti pembersihan gulma maupun alang-alang. Pembersihan bisa dilakukan dengan cara mencangkul atau mencabut rumput. Yang perlu diperhatikan ketika melakukan pembersihan ialah jangan sampai merusak akar tanaman.

Penanggulangan hama dan penyakit

Hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman pepaya pada musim kemarau ialah tungau merah dan kutu daun yang berwarna kuning. Kutu daun inilah yang menjadi penyebab munculnya virus keriting. 

Penyakit yang sering menyerang pada suhu lembab dan dingin adalah bercak buah dan penyakit busuk akar. Selain itu ialah penyakit layu. Ditandai dengan menguningnya daun dan buah yang berguguran.

Penyakit akar busuk dapat dicegah dengan sistim drainase (peresapan air) yang baik. Hama tungau merah adan kutu daun dapat diatasi dengan menyemprotkan Kelthane 0,2%.

Pemanenan

Pemanenan buah ini dapat dilakukan pada saat buah mendekati matang pohon, yakni buah menunjukkan garis-garis menguning. Panen juga tidak mengenal waktu, jadi bisa dilakukan setiap saat. Hal yang terpenting ialah penyanggaan buah agar buah tidak jauh ke tanah yang dapat mengakibatkan buah cepat busuk.
Previous
Next Post »

2 komentar

Click here for komentar
13 October 2017 at 02:07 ×

Itu jenis pepaya apa mas? Kok buah nya besar2.kalo beli bibitnya harganya berkisar berapa?

Reply
avatar
14 October 2017 at 10:13 ×

itu jenis pepaya jingga. Untuk bibit yang sudah siap tanam harganya sekitar 25 ribu mas

Reply
avatar
Thanks for your comment