Cara Menanam dan Budidaya Bunga Anggrek

Mengagumi anggrek merupakan seni tersendiri. Ini mengingat setiap anggrek memiliki karakter berbeda-beda. Bentuk, ukuran, variasi warna dan corak bunga anggrek memiliki keindahan yang sangat mempesona.

Di lingkungan penganggrek, dikenal adanya anggrek sebagai tanaman koleksi, dan anggrek sebagai tanaman bunga potong. Kedua anggrek itu, mempunyai sifat dan karakteristik berbeda.

Cara Budidaya Anggrek

Untuk anda yang ingin mencoba budidaya anggrek, sebaiknya mengerti dulu cara pertumbuhan anggrek. Karena, cara hudup anggrek ada empat macam.

  • Anggrek Epifit, anggrek ini hidup dengan menempel di batang, dahan, atau cabang pohon yang masih hidup atau sudah mati. Jenis anggrek ini seperti Vanda.
  • Anggrek semi epifit, anggrek ini tumbuh menempel pada media tanam, seperti permukaam batang pohon atau permukaan batu tebing yang berdiri vertikal di pegunungan. Jenis anggrek ini seperti Cattleya.
  • Anggrek Terrestrial, anggrek ini hidup di atas tanah. Atau, lazim disebut anggrek tanah. Anggrek ini juga dapat di tanam dalam media buatan yang di letakkan di tanah. Jenis anggrek yang tergolong ialah Oncidium.
  • Anggrek Semi-Terrestrial, anggrek ini tumbuh di atas permukaan tanah. Anggrek ini tidak memiliki bonggol (umbi semu) seperti pada anggrek Terrestrial. Contoh jenis anggrek ini ialah Aranda.

Umumnya, perbanyakan anggrek ini dilakukan dengan botol. Akan tetapi, ada cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan bibit stek atau pemecahan anakan. Perbanyakan dengan stek dapat digunakan untuk anggrek tipe monopodial.

Monopodial ialah batang anggrek yang terus menerus tumbuh ke atas dan tak terbatas, tanpa memilik cabang atau ranting. Di sepanjang batang selalu muncul akar-akar udara yang berguna untuk menacari makan, sekaligus melekatkan diri pada benda-benda yang terdapat di sekitarnya agar batang tetap bisa tetap tegak.

Anggrek Vanda (Monopodial)

Cara pemotongan anggrek untuk bibit stek sebagai berikut:
  • Pilih bagian batang diantara daun-daun untuk dipotong.
  • Potongan batang bagian atas yang akan di tanam memiliki beberapa mata dan akar udara. Potongan batang bagian bawah memiliki 2-3 lembar daun.
  • Panjang stek bagian atas 40-50 cm.
  • Sebelum pemotongan dilakukan, beberapa ruas bagian batang yang akan dipotong dibungkus terlebih dahulu dengan kompos lembap untuk mendorong pertumbuhan akar udara. Kompos dijaga agar tetap lembap sehingga akarnya cepat tumbuh.
  • Gunakan gunting yang tajam dan bersih ketika memotong batang.
  • Bibit setek batang ditanama dan dirawat dengan baik.
Selain perbanyakan dengan setek untuk tipe anggrek monopodial, ada cara lain yaitu dengan tekhnik pembelahan rumpun. Atau bisa dikatakan pemisahan anakan adventif. Tekhnik ini khusus untuk anggrek tipe simpodial.

Anggrek Cattleya (Simpodial)

Simpodial ialah tumbuh secara bersama (berumpun). Biasanya, terdiri dari beberapa umbi semu. Anggrek ini tidak tumbuh memanjang tetapi memiliki cara tersendiri untuk memperbanyak diri secara vegetatif. Yakni, membuat banyak anakan seperti bonggol pisang.

Proses pembelahanya ialah sebagai berikut:
  • Gunakan alat berupa gunting atau pisau tajam dan steril.
  • Setiap belaham rumpun terdiri dari bagian tanaman yang memiliki tanda-tanda hidup. Minimal, batang dewasa atau batang belum dewasa. Kondisi paling baik jika pada potongan rumpun itu terdapat tunas segar atau mata yang akan tumbuh menjadi tunas.
  • Jika satu rumpun terdiri dari enam umbi yang sehat, pembelahan pada rhizoma (akar tunggal) menjadi dua bagian, yakni tiga umbi depan dan tiga umbi belakang.
  • Bersihkan bagian tanaman yang rusak. Singkirkan bagian tanaman dan akar yang sudah mati, kemudian istirahatkan tanaman dengan cara digantung terbalik di tempat yang tidak lembap.
  • Setelah tunas-tunas baru mulai tumbuh, bibit dapat ditanam kembali di dalam pot yang diinginkan.

Cara penanaman dan perawatan anggrek

Setelah bibit didapatkan, baik dengam cara bibit stek, pembelahan rumpun, atau dengan pembelian bibit botol, maka langkah selanjutnya ialah pemindahan bibit ke dalam tempat penanaman.

Biasanya, tanaman anggrek ini akan ditempatkan ke dalam wadah pot. Karena, tanaman dengan wadah pot itu mempunyai kelebihan yaitu mudah dalam perawatan dan juga mudah dipindahkan.

Selain tempat penanaman, kita juga harus mempersiapkan media tanam. Media tanam bisa berupa tanah , pupuk kandang yang sudah difermentasikan, pecahan genteng, serabut kelapa, arang, dan juga sekam.

Isilah pot tersebut dengan paling bawah berupa pecahan genteng, kemudian serabut kelapa atau sekam, baru kemudian tanah yang tercampur oleh pupuk kandang yang difermentasikan.

Baca: peralatan yang harus dipersiapkan sebelum bercocok tanam

Pecahan genteng berada di paling bawah tentunya berfungsi agar air tidak mudah menggenang.

Setelah pot tersisi, maka segeralah tanam bibit yang telah di dapat dan berilah tambahan abu dengan batas pangkal batang tanaman anggrek.

Sebaiknya lakukan penanaman di pagi hari, karena mewaspadai terik matahari yang bisa membuat layu tanaman.

Lakukan juga perawatan kepada tanaman anggrek dengan cara memberikan penyiraman setiap pagi dan sore hari. Sebaiknya, penyiraman jangan sampai mengenai bunga. Cukup pada bagian media tanam saja atau sekitar tanaman. Yang penting asupan airnya memadai.

Baca: Cara merawat dan mencegah hama dan penyakit tanaman anggrek

Lakukan juga pemupukan pada tanaman anggrek dengan pupuk NPK. Pupuk tersebut bisa berbentuk cair, butiran atau tepung. Bila berbentuk tepung, sebaiknya larutkan dulu kedalam cairan. Bila berbentuk butiran letakkan dekat dengan pangkal batang.

Bila berbentuk cairan, maka bisa langsung disemprotkan dengan sprayer karena daun anggrek dapat langsung menyerap unsur pupuk menjadi bahan makanan.

Pupuk cair seperti pupuk organik buatan sendiri.

Sebaiknya pemupukan dilakukan pada saat jam 08.00-10.00 atau bila sore hari jam 15.00-17.00. Karena, pada jam tersebut terjadi penguapan dari daun, sehingga bahan makanan mudah diserap.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment