Cara Budidaya Tanaman Kol(Kubis)

Kubis atau Kol memang pada umumnya di budidaya di dataran tinggi. Namun, ada juga benih yang disediakan untuk daerah dataran rendah. Yaitu, varietas KK-Cross. Kubis yang di maksud adalah kubis berwarna putih kehijauan.

Tanaman Kubus memang merupakan tanaman yang dapat tumbuh hampir di semua jenis tanah. Dengan pH tanah 6 - 6,5. Dan Kubis pada dataran rendah dapat tumbuh pada ketinggian 0 - 200 m dpl, sedangkan kubis dataran tinggi dapat tumbuh pada ketinggian 2.000 m dpl.

kol atau kubis
Kol atau Kubis via mitalom

Tanaman Kubis dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah pada suhu 26,3 - 26,5° C dan di dataran tinggi dengan suhu 20° C.

Baca juga : Panduan usaha budidaya tomat

Kunis memiliki banyak manfaat, selain di gunakan sebagai lalapan kubis juga dapat di buat aneka sayur. Kandungan manfaat dalam kubis antara lain, Protein, Serat, vitamin A, vitamin C , Kalsium, Zat Besi, dan lain-lain.

Cara budidaya tanaman Kubis atau Kol ialah:

  • Penyemaian Benih
Tanaman Kubis ini berkembang biak dengan biji. Maka, langkah awalnya tentu saja membuat persemaian benih terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan dengan membuat tanah bedengan ukuran 2 x 5 m. Usahakan menghadap ke sinar matahari, agar persemaian dapat tersinari oleh sinar matahari.

Atap bedengan dapat dibuat dari plastik ataupun jerami. Media tanam dapat berupa campuran tanah dan pupuk kandang yang sudah matang dengan perbandingan 1 : 1, setiap bedengan kira - kira membutuhkan 10 kg pupuk.

Persemaian di angin-anginkan terlebih dahulu selama satu minggu di bawah sinar matahari untuk menghilangkan hama dan juga penyakit yang ada pada media tanam.

Benih yang akan disemaikan sebaiknya di rendam dahulu dengan air hangat pada suhu 50° C  selama 30 menit.
  • Pembibitan
Bibit yang telah di semaikan selama satu minggu, bisa di pindahkan ke dalam polybag kecil, agar nantinya bibit tidak stress ketika masa pemindahan ke lahan pertanian.

Setelah itu, bibit ini di siram setiap pagi dan sore hari serta di bersihkan dari gulma. Bibit ini nantinya akan siap dipindahkan ke lahan pertanian setelah berumur 3 - 4 minggu kemudian.
  • Pengolahan Tanah
Budidaya kubis dapat dilakukan di pekarangan rumah atau kebun. Meakipun petakan tadi relatif sempit. Hal yang terpenting ialah sebelum di tanam, tanah di olah terlebih dahulu.

Untuk mengolah tanah hal pertama yang di lakukan tentu saja penggemburan tanah dengan kedalaman +/- 20 cm. pH tanah yang dibutuhkan untuk penanaman kubis ialah 5,5. Jika kurang asam, maka dapat di beri kapur 15 kg untuk luasan 100 m persegi.

Campur tanah dengan pupuk kandang dengan dosis 180 - 190 kg untuk luasan 100 m persegi. Dan buat bedengan dengan lebar 1,5 m dan panjang menyesuaikan lahan.
  • Penanaman
Setelah bedengan siap, maka hal selanjutnya ialah penanaman bibit. Akan tetapi, terlebih dahulu kita buat lubang tanam dengan jarak antar lubang 60 cm. Setelah itu masukkan bibit yang sudah berumur 3 minggu tadi ke dalam lubang. Dan pijak tipis-tipis.
  • Pemupukan
Pemupukan ini dilakukan dengan menggunakan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Untuk lahan berukuran 100 m persegi di butuhkan nitrogen 3,7 kg, fosfat 0,85 kg, dan kalium 4,8 kg. Semua pupuk di campur menjadi satu dan di bagi dua , untuk dua tahap pemupukan. Yaitu dua minggu setelah pemindahan dan 30 hari setelah tanam. Setiap pemupukam, dosis yang di anjurkan ialah 22 g. Pemupukan dilakukan dengan cara di masukkan ke dalam lubang sekitar 3 - 5 cm di sekitar tanaman.
  • Pembersihan Gulma
Gulma adalah tanaman liar yang tumbuh subur di sekitar tanaman. Tanaman ini dapat mengganggu produktivitas tanaman pokok. Hal ini karena gulma sering merebut pasokan pangan dari tanaman pokok dan mengganggu pemaksimalan cahaya, dan penyerapan air. Maka dari itu, gulma harus di bersihkan dengan cara di cabut dengam tangan.
  • Pengendalian hama dan penyakit
Hama dan penyakit yang ada pada tanaman kubis biasanya terdiri dari:
  1. Ulat daun, ulat ini menyerang daun kubis, dengan cara memakan daun kubis hingga daun berlubang.
  2. Ulat crop kubis, ulat ini menyerang pada bagian bawah daun. Daun yang di serang ulat ini akan timbul bercak. Bila parah daun kemudian akan busuk dan mematikan tanaman karena timbulnya bakteri.
  3. Ulat grayak, ulat ini juga menyerang daun tanaman. Ia menyerang ke seluruh daun, baik tepi daun atau tengah daun sehingga daun akan berlubang.
  4. Ulat tanah, ulat ini menyerang tanaman yang masih muda dengan cara memakan daunya. Ulat ini biasanya bersembunyi di bawah tanah. Serangan biasanya di lakukan dengam cara memotong pangkal tanaman.
Cara untuk memberantas hama adalah dengan cara mengatur waktu tanam. Usahakan menanam kubis di bulan November sampai Februari. Hal ini karena menghindari bulan basah.

Bisa juga dengan cara sistim tanam tumpang sari. Jadi tanam kubis setelah lahan di buat tanam tomat. Atau bisa juga di tanam bebarengan dengan tomat.

Usahakan juga pilih bibit tanaman yang tahan penyakit atau varietas bibit unggul. Misalnya kubis putih varietas F-1.

Upaya pencegahan biasanya di lakukan sebelum pembibitan, dengan cara mencampur tanah dengan kapur sebanyak 30 kg untuk lahan 100 m persegi. Dan juga tanah dicampur dengan fungisida 2 cc atau 2 g per liter air. Ini berguna untuk mensterilkan tanah dari ulat dan lain-lain.
  • Pemanenan
Kubis biasanya di panen ketika sudah berumur tiga bulan. Tanaman kubis uang sudah siap di panen memiliki crop yang sudah penuh. Crop akan terlihat baik dan kuat serta tidak pecah-pecah.

Kubis dapat dipanen dengan mematahkan batang menggunakan tangan dan pisau. Saat dipanen usahakan sertakan daun hijau untuk melindungi crop. Untuk menghindari pembusukan sebaiknya segera di pasarkan. Akan tetapi, bila tidak memungkinkan, kubis ini bisa tahan selama satu minggu pada suhu 10° C.
Previous
Next Post »
Thanks for your comment