Cara Budidaya Tanaman Hias Bunga Aster

Dalam dunia hortikultura, Aster ini dikenal dengan nama the Cina Aster. Untuk nama latin bunga ini ialah Callistephus chinesis. Nama Aster ini berasal dari kata a star yang berarti "Bintang".

Saat ini bermunculan berbagai jenis Aster yang ditampilkan dalam dunia perdagangan bunga. Keanekaragaman jenis Aster ini, tak lain juga karena hasil dari para ahli hortikultura yang mengadakan penyilangan antar jenisnya.

Budidaya Bunga Aster

Aster ini dapat tumbuh di dataran rendah maupun di dataran tinggi. Walaluoun dapat tumbuh di tempat agak teduh, Aster ini akan lebih baik jika ditanam di temapt terbuka.

Pada dasarnya, Aster tidak memerlukan tanah sangat subur. Melainkan cukup dengan tanah yang agak subur asalkan gembur, berair, kadar humusnya baik, dan derajat keasaman (pH) tanah berkisar antara 6,0-8,0. Yang perlu digaris bawahi ialah Aster tidak suka dengan air yang menggenang.

Cara Budidaya Bunga Aster

Aster ini dapat diperbanyak dengan biji, stek, maupun umbi akarnya atau rhizoma. Dari beberapa pilihan ini, cara yang paling mudah ialah memanfaatkan umbi akarnya yang telah bertunas. Sebab, umbi akar ini dapat disamakan dengan stek yang telah berakar.

Namun, apabila ingin menanam dari biji, maka hal yang mula-mula dilakukan ialah melakukan penyemaian. Penyemaian dilakukan dalam bak yang berisi campuran tanah kebun yang gembur, pasir yang agak kasar, dan kompos tua dengan perbandingan sama.

Biji kemudian ditaburkan pada larikan sedalam 1 cm dan ditutup dengan tanah atau kompos halus. Setelah daunya mencapai dua helai, kemudian semaian dipindahkan ke dalam bumbunan daun pisang hingga tingginya mencapai 10-15 cm. Baru, kemudian semaian dipindahkan ke kebun.

Sebelum dipindahkan ke lahan. Terlebih dahulu tanah juga sudah harus diolah. Bila derajat keasaman tanah masih kurang, maka diperlukan pengapuran.

Pemeliharaan Tanaman

Setelah tanaman dipindahkan ke lahan kebun, maka tanaman harus segera disiram air, hal ini bertujuan agar tanaman mempunyai kekuatan. Bila perlu, tanaman juga perlu diberi naungan kertas koran atau dedaunan lebar.

Pemupukan dan penyiangan juga diperlukam bagi tanaman Aster ini. Akan tetapi, bila ingin melakukan penyiangam, lakukan swtelah tanaman benar-be ar sudah kuat, karena akar tanaman bunga Aster ini sangat dangkal bila menembus tanah. Dan juga, tanaman Aster ini tidak memerlukan pupuk NPK, namun cukup dengan pupuk kompos atau abu arang.

Tanaman ini juga dapat dipupuk dengan pupuk organik cair buatan sendiri

Untuk dapat bercabang banyak, Aster juga tidak memerlukan pemangkasan pucuk. Setiap terminal cabang atau ranting akan bertumbuh bunga. Disamping bunga terminal ini, tumbuh pula bunga lainya yang harus dikurangi agar bunga terminal dapat berkembang lebih besar.

Penangulangan Hama dan Penyakit

Hama tanaman Aster yang sering menyerang ialah:
  • Kutu pucuk daun atau kuntum bunga
Hama ini disebut kutu aphids. Kutu yang hidupnya bisa berkelompok ini sangat menghambat pertumbuhan kuntum bunga maupun pucuk daun. Hewan atau sejeni aphids ini dapat pula berfungsi sebagai penyebar atau vector penyakit virus. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Basudin 60 EC, Gisonthion 50 WP, dan Sevidan 70 WP.
  • Ulat minirder atau ulat penggali lorong daun
Ulat ini sering menggali daun aster. Gejalanya tampak pada daun dengan adanya lorong-lorong yang berliku, sementara ulatnya berada di ujung daun. Hama ini dapat dibasmi dengan Lannate L
  • Ulat penggulung daun
Ulat ini dapat merusak kuntum bunga maupun daun muda. Gejalanya tampak pada daun yang menggulung. Di dalam gulungan daun inilah ulatbmembentuk kepompong. Hama ini dapat dibasmi dengan Bayrusil 250 EC dan Dipterex 95 SP.
  • Ulat penggerek batang
Ulat penggerek ini masuk ke dalam batang melalui lubang yang dibuatnya sendiri. Akibatnya, batang atau cabang tampak layu dan akhirnya menguning. Pembasmianya dapat dengan memusnahkan cabang yang tampak sakit atau dengan membakarnya sehingga sekaligus dapat membunuh ulatnya. Atau dibasmi dengan menggunakan insektisida seperti Furadan 3G.

Akan lebih baik jika pembersihan hama ini menggunakan Pestisida nabati buatan sendiri

Penyakit yang sering menyerang tanaman Aster ialah:
  • Penyakit busuk akar dan penyakit layu
Penyakit ini ditakuti oleh petani dan pengusaha bunga Aster. Batang bunga Aster inu akan menghitam dan layu. Penyebabnya adalah sejenis cendawan yang sudah menyebar luas hingga keseluruh dunia. Penyebarluasan penyakit ini terutama melalui biji ataupun tanaman hidup.
  • Penyakit Fusarium
Penyakit ini dapat menyerang semaian sejak mulai tumbuhnya hingga saat ia siap pindah. Selain itu, ia dapat pula menyerang tanaman yang sudah dewasa. Gejala serangan tampak pada tanaman yang melayu dan bunga membusuk di tempat tanaman. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Benlate.
  • Penyakit jamur karat dau

Previous
Next Post »

2 komentar

Click here for komentar
20 October 2017 at 00:40 ×

wih bagus nih gan untuk menghias rumah,amaksih gan

Reply
avatar
20 October 2017 at 05:56 ×

asik kelihatannya gan bisa dicoba pas liburan

Reply
avatar
Thanks for your comment