Beberapa Jenis Tanaman Hias Anggrek

Selera konsumen terhadap mutu anggrek terus berkembang. Terutama, dalam hal warna, ukuran, susunan, bentuk dan daya tahan bunga. Perkembangan itu, sangat dipengaruhi oleh trend pasar di luar negeri.

Umumnya, kriteria selera pasar dipengaruhi oleh warna bunga. Setiap negara, memiliki warna favorit anggrek potong sendiri.

Eksportir anggrek potong yang cukup besar dan kualitasnya diakui oleh para penganggrek internasional ialah Thailand. Saat ini produk anggrek potong dendrobium dari negeri gajah putih ini sudah membanjiri bursa lelang bunga terbesar di Belanda, Jepang, Hongkong, Australia, Jerman Barat, dan Amerika Serikat.

Sebagian besar, anggrek yang diekspor berwarna putih, lembayung muda, hijau, kuning, merah, merah muda, dan biru.

Baca juga: Cara menanam dan budidaya bunga Aster

Malaysia memiliki anggrek potong andalan dari jenis aranda, aranthera, dan mokara. Anggrek potong andalan indonesia ialah dendrobium, oncidium, cattleya, dan vanda.



Jenis-jenis anggrek

Berikut beberapa jenis anggrek yang bisa digunakan sebagai rangkaian.

a. Aranda

Aranda ialah hasil persilangan dari dua marga, yakni arachnis dan vanda. Induk arachnis mewarisi sifat tumbuh yang baik dan gampang dipelihara. Sementara, induk vanda menurunkan sifat kecerahan dan keindahan warna. Selanjutnya, kedua sifat itu unggul menjadi anggrek varanda.

Varietas anggrek arandra yang cukup terkenal adalah Aranda var, Christine aranda var, Wendy scot aranda var, Ang hee seng , dan Aranda var Noorah.. Varietas lain yang tak kalah bagusnya ialah Aranda var Wan Chark Kuan berwarna biru, Aranda var Alsagoff "blue"  berwarna biru cerah. Aranda var Alsagof "pink" berwarna merah jambu cerah.

b. Aeridachnis

Aeridachnis adalah anggrek potong hasil silangan dari marga Aerides dan Arachnis. Anggrek aeridachnis yang cukup populer sebagai bunga potong komersial ialah Aeridachnis Bogor var. Bunga dari jenis ini berwarna putih bersih dan bunganya betukuran kecil. Kadang-kadang ada yang berbibir merah muda dan beraroma harum.

Anggrek ini termasuk rajin berbunga. Setahun, rata-rata mampu mengahasilkan 6-10 tangkai per pohon. Tanaman dapat tumbuh baik dari dataran rendah sampai pada ketinggian 500 m dpl. Di dataran rendah, bunga ini memerlukan naungan ringan dengan dipasangi peneduh berupa paranet.

c. Aerides

Dalam bahasa Yunani,  aerides berarti putra angkasa. Marga Anggrek ini terdiri dari 60 spesies, bersifat epifit, dan pertumbuhanya monopodial. Wilayah pertumbuhanya cukup luas terutama di Asia tropis, seperti India, Sri Lanka, Vietnam, Malaysia, Indonesia, Filipina, Cina Selatan, dan Jepang.

Ciri-ciri anggrek ini berbunga kecil (2-3 cm), daunya cukup lebat, tanamannya agak pendek, lebat, dan harum. Bunganya berwarna putih, berbintik biru keunguan. Namun, ada juga yang berwarna merah, merah muda, dan putih bersih seperti melati, tergantung daerahnya.

d. Arachnis

Dalam bahasa Yunani, arachnis berarti laba-laba. Di Indonesia, anggrek jenis ini lazim disebut anggrek ketonggeng atau kalajengking. Sifat hidupnya mudah ditanam sebagai anggrek tanah. Btang keras, tegak memanjang.

Ciri khas lainya ialah memiliki akar udara yang memanjat. Bunganya keluar dari ketiak daun , tetapi tidak lebat.

Wilayah penyebaran arachnis sangat luas, yakni membentang dari pegunungan Himalaya hingga Papua. Warna bunga jenis ini ialah putih, kuning, merah mud, dan merah kecoklatan.

e. Aranthera

Aranthera adalah hasil silangan antara marga aerides dan renanthera. Di Jakarta, dikenal berbagai macam varietas aranthera yakni joged, betok, kwbo, akar merah, dan singapur.

Anggrek ini tumbuh baik di dataran rendah hingga sedang (500 m dpl). Setiap tanaman mampu menghasilkan enam tangkai bunga setahun.

Bunganya beukuran kecil, berwarna dasar merah dengan sedikit rona kuning. Aranthera Betrice Ng.var. Bangkok Gold berwarna kuning anggun. Sementara itu, Aranthera var. James Storie berwarna merah jingga dengan selingan kuning.

f. Dendrobium

Sifat alami dendrobium ini ialah menempel di batang atau dahan pohon. Umumnya, ukuran batang dendrobium cukup panjang dan beruas mirip tongkat. Tetapi, ada juga yang kecil berbentuk bulat mirip telur.

Pusat penyebaran dendrobium ini berada di Himalaya, Myanmar, Maluku, dan Irian. Sebagian besar, dendrobium ini tumbuh di lereng-leteng gunung yang berhawa sejuk dan kering.

Dendrobium ini jika diraba, permukaanya terasa sangat halus mirip kain beludru. Bunganya memiliki ciri khas yakni kedua kelopak samping bagian bawah membentuk tugu, dan pangkal kelopak samping melrkat pada kaki tugu.

Keistimewaan dendrodium ialah mudah ditanama, berbunga terus, bentuk bunganya sempurna, berbatang lentur, mahkota bunga tidak mudah rontok, kesegaran bunga tahan lama, dan harganya relatif murah.

g. Cattleya

Cattleya adalah anggrek berbunga tunggal yang keindahan warnanya sangat sempurna. Umumnya, karena keindahan warna sempurna ini, cattleya berharga mahal dan sering dipakai untuk acara pernikahan dan acara penting lainya.

Cattleya ada 4 macam:
  • Cattleya Quern Deese, bunganya berukuran besar berwarna kuning menyolok.
  • Cattleya port of paradise, besar dan kuning menyolok
  • Cattleya red butterfly, berwarna merah cerah, berukuran besar
  • Cattleya madame ling, berwarna merah atau merah muda

h. Oncidium

Oncidium identik dengan bunga anggrek mungil berwarna kuning cerah. Sepal dan petal bunganya tipis, kecil, berwarna kuning kecokelatan.

Ciri khas bunga ini terdapat pada bibir bunganya yang berukuran besar dan terbuka. Batangnya membentuk umbi semu yang terdiri dari dua helai daun. Ukuran daunya sempit dan lebar.

i. Vanda

Anggrek vanda ini berbatang tegak, monopodial dan tidak berumbi semu. Tanaman hidup sebagai epifit (menempel pada tanaman lain). Atau tumbuh di tanah.

Vanda sangat produktif di dataran rendah sampai ketinggian 200 m dpl. Setiap tanaman menghasilkan 4-6 tangkai bunga.

Vanda ada tiga macam, yakni Vanda Miss Joaquin, Vanda Douglas, dan Vanda Miss Dinger
Previous
Next Post »
Thanks for your comment