Usaha Budidaya Ikan Lele Kolam Terpal

Lele merupakan jenis ikan yang banyak dibudidayakan. Termasuk teman saya di pesantren juga ikut-ikutan budidaya jenis ikan lele ini. Karena disamping ikan lele merupakan jenis ikan yang banyak di konsumsi masyarakat, budidaya ikan lele ini juga terbilang mudah.

Modal awal teman saya ini jumlahnya tak terlalu banyak. Total modal yang ia keluarkan ialah 800.000,-

Untuk rincian belanjanya ialah:

  • Pembelian bibit 1000 ekor : 150.000,-
  • Terpal ukuran 4x6 meter : 150.000,-
  • Sisanya untuk pembelian pakan
kolam terpal
Kolam Ikan Terpal
Untuk sebuah usaha memang budidaya ikaln lele dengan kolam dari terpal ini memang terbilang cukup murah. Tentunya semua kalangan juga akan mampu untuk memulai sebuah usaha ini.

Baca juga: Budidaya tanaman sayur cepat panen

Diaamping itu lele juga mempunyai beberapa keunggulan:

  • Lele dapat dipelihara di berbagai wadah dan lingkungan perairan
Tak harus berupa kolam terpal sebenarnya, lele itu juga dapat hidup di air mengalir, bak, kolam tadah hujan, di sawah, di bawah kandang ayam, keramba, hempang dan sebagainya.
  • Dapat menerima berbagai pakan
Memang untuk usaha budidaya ikan lele, hal yang harus di perhatikan ialah jenis makanan tambahannya. Karena ikan lele itu terbilang ikan rakus. Dia menerima berbagai pakan. Seperti, limbah ternak, bekicot, ikan ikan kecil yang tidak di pelihara manusia dan sebagainya.
  • Tahan penyakit
Keunggulan yang paling penting, jebis ikan lele ini ialah tahan penyakit. Sekalipun di pelihara di air tergenang yang minim air sekalipun, lele ini dapat bertahan hidup. Bahkan tak jarang, jenis ikan lele ini mampu merangkak di luar air.
  • Distribusi dan pemasaran ikan lele mudah
Masyarakat umum, sudah biasa atau sudah mengenal ikan jenis ini. Jadi sudah banyak pula, masyarakat yang mengkonsumsinya. Sebagai contoh ialah para pedagang di pinggir-pinggir jalan raya yang menjajakan makanan dengan sebutan pecel lele.

Untuk langkah-langkah budidayanya ialah:
  • Pembuatan kolam
Ukuran kolam yang teman saya buat ialah 2x3 meter. Model gambaranya ialah seperti gambar diatas. Bahan pinggiran kolam bisa dari bambu atau bata atau juga bisa dengan tanah.

Lebih kuat lebih bagus. Hal yang harus diperhatikan dari jenis model kolam ini ialaha antisipasi meluapnya air akibat hujan. Jadi, bila suatu saat kolam banjir yang diakibatkan karena air hujan, usahakan kolam tetap berdiri atau aman sentosa.

Bisa saja anda membuat kolam terpal dengan mengeruk tanah. Akan tetapi tidak di rekomendasikan, karena efeknya ialah susah bila harus membuang air.
  • Penstabilan air kolam
Sebelum bibit ikan lele disebar dalam kolam, kolam terpal harus dipersiapkan. Terutama kestabilan air kolam. Setelah kolam dibuat, bilaslah terlebih dahulu terpal yang digunakan. Hal ini ditujukan untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada terpal, terutama zat kimia dan juga aroma terpal yang menyengat.

Alangkah lebih baiknya, setelah terpal dibilas hingga bersih. Selanjutnya ialah masukkan lagi air setinggi 30-40 cm lalu masukkan juga kotoran kandang yang dimasukkan dalam karung. Atau bisa juga dengan cara memasukkan daun pepaya atau ketepeng. Biarkan selama seminggu atau minimal 2-3 hari.

Kotoran kandang berguna untuk menimbulkan jentik-jentik guna pakan tambahan kelak. Dan daun pepaya atau daun ketepeng antiseptik.
  • Pembesaran lele
Setelah air kolam stabil, maka benih ikan lele siap di tebar. Benih ikan lele yang siap untuk di besarkan biasanya berukuran 5-8 cm atau 8-12 cm. Benih ukuran tersebut sudah cukup untuk dipelihara di perairan yang dalam. Tentunya , pilih juga benih ikan lele yang benar-benar sehat. Hal paling mudah ialah lele tidak berwarna keputihan, akan tetapi terdapat banyak warna hitam. Karena warna kehitaman ialah merupakan antibodi.
  • Pemberian pakan
Teman saya, menghabiskan uang untuk membeli ikan sebanyak 500.000 rupiah. Ia membeli pakan jenis PF 1000 sebanyak 1 kg dengan harga +/- 15.000 rupiah. Lalu ia juga membeli pakan pelet dengan jenis 78-1 dan juga pelet 78-2.

Langkah pemberian pakan ialah habiskan dulu pakan jenis PF-1000. Setiap hari berilah pakan 2x esok hari dan sore hari dengn takaran secukupnya.

Baru setelah habis, berilah pakan jenis pelet 78-1. Habiskan dulu pakan tadi yang sebanyak 5kg. Barulah diberi pakan pelet 78-2.

Untuk pakan lebih berbau amis lebih baik dan juga lebih kecil lebih baik. Jangan lupa beri juga pakan tambahan seperti yang tadi saya katakan di atas, bisa berupa limbah ayam, bekicot yang direbus lalu dicincang kecil-kecil. Atau ikan+ikan limbah yang tidak dikonsumsi manusia.
  • Pengelolaan kualitas air
Beberapa peralatan guna mendukung pengelolaan kualitas air ialah pompa (bila punya), dan juga selanga atau pipa. Hal ini untuk menjaga tinggi rendah air. Pengelolaan air ini juga untuk menjaga kualitas okaigen di dalam air. Air yang bergerak tentu lebih banyak kandungan oksigennya.

Untuk menjaga kualitas air bisa juga dengan pemberian sekam padi atau pelepah pisang di bawah air. Untuk sekam bisa diberi dengan tinggi 10 cm. Cara ini  guna menstabilkan suhu apabila musim kemarau.

Cara lain lagi ialah menggunakan tanaman pelindung. Tanaman ini berfungsi menanggulangi terik sinar matahari, penyuplai oksigen di siang hari, dan juga sebagai penyedia makanan tambahan ikan. Selain itu tanaman juga berfungsi menyerap kotoran di dalam air. Dan jenis tanaman ini ialah enceng gondok.
  • Penanggulangan hama dan penyakit
Pernah suatu saat teman saya itu bingung. Lelenya itu stres, dengan ciri si lele ini berdiri-berdiri atau melayang-layang. Ia kemudian pergi ke penyedia bibit dan menanyakan perihal yang dialami lelenya.

Atas saran si penyedia bibit, lelenya di suruh puasa dulu , selama sehari semalam. Maka lelenya tidak diberi makan selama sehari semalam. Dan ternyata cara ini terbukti efektif. Dan setiap hari jumat kini, lelenya puasa dan tidak di beri makan.

Lele juga sering terserang parasit. Parasit ini sering disebut patogen dengan ciri bintik-bintik putih pada tubuh. Untuk obatnya bisa dikasih garam dengan ukuran 200gr/m3.

  • Panen
Panen ikan lele bisa di lakukan setelah lele berukuran 90 - 130 g/ekor. Atau bisa juga tergantung permintaan pasar. Pada umumnya, panen dapat dilakukan kala lele berumur 3/4 bulan.

Untuk pemasarannya, bila bingung bisa di pertanyakan dengan penyedia bibit. Biasanya pihak penyedia juga pasti akan memberikan solusi. Atau bisa langsung di pasarkan di pedagang pecel lele atau masakan padang.

Kiranya cukup sekian dan semoga bermanfaat.


Previous
Next Post »
Thanks for your comment